Dahulu, sewaktu masih SMA, saya pernah
membaca tulisan dengan judul yang sama, dalam buku “Ketika Cinta Menyapa”,
karangan seorang kakak kelas, Dadang Kriswanto. Buku yang bagus, membuka
cakrawala tentang dunia dakwah, mulai dari dakwah sekolah, kampus, dan
masyarakat. Meski hanya sepintas, tapi cukup mengena.
Artikel tersebut berkesimpilan bahwa tidak
ada yang dinamakan pensiunan aktivis, meski dalam hal lain ada pensiunan atlit,
pensiunan guru, maupun pensiunan tentara. Tapi tak aka ada pensiunan aktivis.
Ada mantan hakim, mantan artis, mantan penyanyi. Tapi tak ada mantan aktivis.
Tidak ada pensiunan aktivis muslim karena
alasan sudah tua, tidak punya tenaga, atau tidak punya semangat, akhirnya
“pensiun” dari medan dakwah, alias tidak mau lagi dakwah. Benar juga, blab la
bla sejarah.
Namun,
Ternyata, banyak dari kita, yang sebelumnya
menjadi aktivis kampus, mengalami kegamangan ketika sudah lulus. Bingung. Yang
sebelumnya agenda padat merayap. Menjadi kosong melompong. Luang. Yang sebelumnya
sibuk mengejar agenda dan target riayah, menjadi “siiiing”, tak ada satupun
yang menagih amanah. Awal gamang, lalu semakin santai, santai, dan seperti
hukum kelembaman. Benda bergerak
membutuhkan energy lebih untuk menjadi diam, dan barang yang diam juga
membutuhkan energy lebih untuk menjadi bergerak. Tenggelam dalam aktivitas
sehari-hari, tanpa riayah, dan tanpa sadar, sedikit-demi sedikit, nilai tarbiah
mulai memudar. Kemudian, semangat pun ikut pudar. Membangun negeri, hanya
mimpi. Inikah pensiunan aktivis?
Di lain sisi, ada pula yang
Ternyata memang, semua itu adalah cara
Allah untu k menguji kita. Untuk mengetahui, siapa dari kita paling bertakwa.
Untuk mengetahui, siapa diantara kita
yang paling sabar. Dan untuk mengetahui, manakah diantara kita yang
kecintaannya kepada Allah yang paling besar. Sebagaimana kata Ustad Rahmad
Abullah, “Kalau hanya berDAKWAH saja, ternyata kita BISA, tapi bisakah
kita menCINTAi dakwah?”. Wallahu’alam.
Dalam AMANAH, ada
KEBERKAHAN
Dan dalam KEBERKAHAN,
selalu ada PERTOLONGAN ALLAH,
Yang TIDAK terduga...
(Dadang Kriswanto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar