Sabtu, 21 Juli 2012

Pensiunan Aktivis


Dahulu, sewaktu masih SMA, saya pernah membaca tulisan dengan judul yang sama, dalam buku “Ketika Cinta Menyapa”, karangan seorang kakak kelas, Dadang Kriswanto. Buku yang bagus, membuka cakrawala tentang dunia dakwah, mulai dari dakwah sekolah, kampus, dan masyarakat. Meski hanya sepintas, tapi cukup mengena.
Artikel tersebut berkesimpilan bahwa tidak ada yang dinamakan pensiunan aktivis, meski dalam hal lain ada pensiunan atlit, pensiunan guru, maupun pensiunan tentara. Tapi tak aka ada pensiunan aktivis. Ada mantan hakim, mantan artis, mantan penyanyi. Tapi tak ada mantan aktivis.
Tidak ada pensiunan aktivis muslim karena alasan sudah tua, tidak punya tenaga, atau tidak punya semangat, akhirnya “pensiun” dari medan dakwah, alias tidak mau lagi dakwah. Benar juga, blab la bla sejarah.
Namun,
Ternyata, banyak dari kita, yang sebelumnya menjadi aktivis kampus, mengalami kegamangan ketika sudah lulus. Bingung. Yang sebelumnya agenda padat merayap. Menjadi kosong melompong. Luang. Yang sebelumnya sibuk mengejar agenda dan target riayah, menjadi “siiiing”, tak ada satupun yang menagih amanah. Awal gamang, lalu semakin santai, santai, dan seperti hukum kelembaman. Benda bergerak membutuhkan energy lebih untuk menjadi diam, dan barang yang diam juga membutuhkan energy lebih untuk menjadi bergerak. Tenggelam dalam aktivitas sehari-hari, tanpa riayah, dan tanpa sadar, sedikit-demi sedikit, nilai tarbiah mulai memudar. Kemudian, semangat pun ikut pudar. Membangun negeri, hanya mimpi. Inikah pensiunan aktivis?
Di lain sisi, ada pula yang  
Ternyata memang, semua itu adalah cara Allah untu k menguji kita. Untuk mengetahui, siapa dari kita paling bertakwa. Untuk mengetahui,  siapa diantara kita yang paling sabar. Dan untuk mengetahui, manakah diantara kita yang kecintaannya kepada Allah yang paling besar. Sebagaimana kata Ustad Rahmad Abullah, “Kalau hanya berDAKWAH saja, ternyata kita BISA, tapi bisakah kita menCINTAi dakwah?”. Wallahu’alam.

Dalam AMANAH, ada KEBERKAHAN
Dan dalam KEBERKAHAN, selalu ada PERTOLONGAN ALLAH,
Yang TIDAK terduga...
(Dadang Kriswanto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar