Sabtu, 21 Juli 2012
SELAKSA CINTA
Hari berganti,
Pagi kembali terselip di lipatan kisah yang entah kapan kan terhenti
Dan kita, masih di sini,
Meniti, mencoba menggali, merenungi, sambil menjalani, arti hidup dan kehidupan.
Memahami, mengerti, memberi, menerima, dan mencoba mengerti, berbagai makna dalam kehidupan.
Ada cinta, kasih, persahabatan, persaudaraan, kegembiraan
Namun ada pula duka, resah, jengah
Berpadu menjalin satu kisah di antara antara dua kata sederhana,
Kehidupan dan kematian…..
Ada berjuta cinta terhampar,
Ibu,
Rembulan kehidupan yang tak kan henti menerangi
Membelai lembut, mengusap hangat, menumpahkan kasih yang seolah tak bertepi
Ia selalu mengerti, ia selalu memahami
Ayah,
Mentari kehidupan yang tak kan henti menyinari,
Sinarnya terkadang seperti pagi yang membawa keceriaan, menawarkan berjuta harapan,
Di waktu lain, sinarnya hangat membelai seperti tatkala senja tiba,
Namun ada kalanya, ia garang menyengat, serupa ketika tengah hari tiba,
Tapi kita semua tahu, ia bukan orang yang jahat
Ia hanya ingin mengajarkan
Arti kehidupan, dengan caranya sendiri,
Mentari dan rembulan, terkadang tak terlihat sinarnya,
Tak tampak cahayanya,
Bukan karena mereka berhenti bercahaya,
Kita tahu, karena awan menutupnya,
Mereka, adalah sinar kita, cahaya kita,
Dan kita adalah cahaya mata mereka
Adik,
terkadang tanpa sadar,
mata mereka menatap kagum pada jejak kita
itulah tanggung jawab yang tanpa sadar harus kita emban
menjadi penyemangat langkah dan teladan bagi mereka
Namun terkadang tanpa sadar,
ada iri menyelinap atas perbedaan kisah diantara kita dan mereka
Tapi, tak sedikitpun itu kan mengurangi cinta kasih kita kepada mereka
pun cinta kasih mereka kepada kita
Teman,
Laki-laki, perempuan,
Menyenangkan, menyebalkan,
Memberi warna dalam kehidupan,
Sahabat,
Orang asing yang tiba-tiba lekat di hati,
Teman, yang tiba tiba lebih dari sekedar rekan
Terjalin oleh ikatan yang sulit dimengerti,
Bukan untuk menerima, tapi untuk memberi
Kita tak sadar, kapan kita pertama kali berjumpa,
Kita tak ingat, kapan pertama kali bertegur sapa,
Tiba-tiba mereka menjadi bagian berarti dari diri
Ada kalanya kita berbagi tawa,
Namun tak jarang, prasangka menyelinap
Marah melanda,
Itulah kita, karena kita hanya manusia biasa,
Dan persahabatan, begitu indah terasa
Sang Maha Pencipta,
Sang Maha Pengasih yang tiada henti mencurahkan kasihNya, tiada lelah mengerahkan cintaNya
Dan tiada kata yang dapat melukiskan cintaNya
Dan tiada guna hidup kita tanpa upaya untuk mencintaiNya pula
Hari hari terus berganti
Berlari
Entah kapan kan terhenti
Dan entah kapan kita kan berlari bersama sang hari,
Karena terpaksa kita kan terhenti mendahului sang hari itu sendiri
Tetap semangat menjalani hari, Sahabat!
Semangat,
Tak selalu terdengar lantang,
Terkadang semangat hanya berupa bisikan pelan
Di akhir hari yang mengatakan,
“Aku akan mencobanya lagi di esok hari, PASTI………..”
Engkaulah sahabat kami,
Engkaulah saudara kami,
Biarkan cinta menyapa hari-hari kita,
Dan tetaplah kita mengingat untuk menyapa orang-orang yang kita cintai
Dengan cinta setulus hati,
Untuk orang yang sangat berarti, dan saya cintai
====F I N=====
Surabaya, xxxx
Pas ngublek ublek file computer (kapan ngarangnya nih ya??? Lupa…hehe)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar